Korsleting Listrik, Sentra PKL di Mojokerto Ludes Terbakar

MOJOKERTO - Puluhan lapak pedagang di sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Benteng Pancasila (Benpas) di Kota Mojokerto, Jawa Timur ludes dilalap si jago merah. Diduga kebakaran tersebut akibat korsleting arus listrik.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, api diketahui berawal dari sebuah warung makanan yang berada di komplek pertokoan belakang. Kemudian menjalar hingga meluluhlantahkan seluruh lapak pedagang.
"Api itu berasal dari warung makanan yang berada di pertokoan belakang. Itu sudah tutup semua. Sepertinya konsleting listrik," ungkap Sokran saat dikonfirmasi Sabtu, (23/9/2017).

Mengetahui adanya kios PKL yang terbakar, ia segera mendatangi pos Satpol PP Kota Mojokerto yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia bermaksud melaporkan ke petugas yang kebetulan jaga.

"Setelah itu saya lapor, saya kembali ke sini (komplek PKL), tapi ternyata apinya semakin besar. Mungkin karena toko ini kebanyakan terbuat dari kayu dan menjual pakaian," jelasnya.

Tak lama petugas pemadam kebakaran (PMK) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Namun lantara besarnya kobaran api, petugas PMK kesulitan untuk menjinakan api.

Sebanyak 8 unit mobil PMK dan satu unit mobil Watter Cannon milik Polres Mojokerto Kota diterjunkan guna memadamkan api. Aku baru bisa pada sekira pukul 01.30 WIB dinihari tadi.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Puji Hendro Wibowo saat detemui di lokasi kejadian mengatakan pihaknya memang menerjunkan satu mobil Watter Cannon guna membantu proses pemadaman. Lantaran api sangat besar.

"Kalau dugaan awal sepertinya korsleting arus listrik, tapi kami masih terus melakukan pendalaman penyelidikan agar tahu penyebab kebakarannya," tambahnya.

Saat ini, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Pihak kepolisian juga akan bekerjasama dengan Polda Jatim untuk menyelidiki penyebab terbakarnya Centra PKL di Kota Mojokerto ini.

Saturday, September 23, 2017 - tanpa komentar

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar