Pengertian Tegangan Listrik

Pengertian Tegangan Listrik - Dinyatakan suatu tegangan listrik dengan satuan Volt ini juga sering disebut dengan beda potensial listrik karena pada dasarnya tegangan listrik adalah ukuran perbedaan potensial antara dua titik dalam rangkaian listrik. Tegangan Listrik adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan unit muatan listrik dari satu tempat ke tempat lainnya. Suatu benda dikatakan memiliki potensial listrik lebih tinggi daripada benda lain karena benda tersebut memiliki jumlah muatan positif yang lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah muatan positif pada benda lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan Potensial listrik itu sendiri adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu benda.

Pengertian Tegangan Listrik


Tegangan listrik merupakan perwujudan dari energi listrik. Tegangan listrik bisa dihasilkan melalui pembangkit-pembangkit listrik. Tetapi, dalam skala kecil tidak disebut pembangkit tapi lebih umum dengan penghasil listrik saja. Contoh tegangan listrik yang sering Anda temui adalah 220V pada listrik rumah tangga, 1.5V pada battery dan 12V pada aki

Fungsi Tegangan


Tegangan listrik berfungsi sebagai tenaga (power). Supaya bisa bekerja, sebuah rangkaian elektronika membutuhkan tegangan listrik sebagai tenaga “penggeraknya”. Oleh karena itu dalam rangkaian, bagian yang menghasilkan tegangan listrik biasanya disebut Power Supply atau Penyuplai tenaga.

Jenis Tegangan


Berdasarkan aliran arusnya, tegangan listrik dibagi menjadi dua, yaitu Tegangan DC dan Tegangan AC. Tegangan DC adalah tegangan dengan aliran arus searah, sedangkan tegangan AC adalah tegangan dengan aliran arus bolak-balik. Setiap tegangan ini memiliki fungsi dan aplikasi yang berbeda-beda tergantung kondisi dan kebutuhan, yakni :

a. Tegangan DC


Adalah tegangan dengan aliran arus searah. Tegangan DC memiliki notasi/tanda positif pada satu ttiknya dan negatif pada titik yang lain. Pemasangan tegangan DC pada rangkaian harus benar sesuai kutubnya karena jika terbalik bisa berakibat kerusakan pada kedua bagian. tegangan DC sumbernya diantaranya adalah elemen volta, battery, aki, solar cell dan adaptor/power supply DC

Sekarang ini sudah banyak dipakai sumber tegangan DC berupa battery yang bisa diisi ulang (recharge) jadi jika tegangan listrik pada battery habis bisa dibangkitkan lagi dengan mengisinya. Aplikasi tegangan DC banyak Anda jumpai pada peralatan elektronik portabel seperti handphone, remote, sepeda motor, mainan dan pemutar musik portabel.

b. Tegangan AC


Adalah tegangan dengan aliran arus bolak-balik. Tegangan AC tidak memiliki notasi/tanda seperti tegangan DC. Oleh karena itu pemasangan tegangan AC pada rangkaian boleh terbalik kecuali untuk aplikasi tegangan AC 3 phase pada motor listrik. Tegangan AC bersumber dari listrik rumah tangga (dari PLN), genset, dinamo sepeda dan altenator pada mobil atau sepeda motor.

Ada dua jenis tegangan AC yaitu single phase dan triple phase atau 3 phase. Tegangan listrik AC yang Anda pakai sehari-hari merupakan jenis tegangan AC single phase, artinya hanya ada satu phase dan ground/netral. Oleh karena itu tegangan AC single phase hanya membutuhkan dua titik kabel koneksi.

Tegangan AC 3 phase membuthkan tiga kabel untuk bekerja, yaitu dikenal dengan istilah R, S dan T. Bila Anda membutuhkan tegangan AC 3 phase namun hanya memiliki sumber tegangan AC single phase maka Anda memerlukan sebuah inverter untuk membuat listrik single phase menjadi 3 phase. Tegangan listrik 3 phase banyak dipakai pada dunia industri khususnya untuk menggerakkan motor listrik.

Mengukur Tegangan


Untuk mengetahui besarnya tegangan antara dua titik Anda membutuhkan sebuah alat ukur. Ada dua alat ukur yang lazim dipakai untuk mengukur tegangan listrik yaitu Voltmeter (bagian dari Multimeter) dan Oscilloscope. Khusus untuk tegangan AC, dengan Voltmeter/Multimeter Anda hanya bisa mengetahui nilai tegangannya saja, sedangkan dengan oscilloscope Anda bisa melihat bentuk gelombang sekaligus menghitung frekuensinya.

Rumus Tegangan Listrik Dengan Kuat Arus

Baca Juga Kalkulasi Tegangan Jatuh Listrik

Untuk Rumus Mencari Tegangan Listrik jika diketahui Kuat Arus Listrik dan Hambatan Listriknya, bisa kalian lihat dibawah ini:
V = I x R
V adalah Tegangan Listrik dlm Satuan Volt
I adalah Kuat Arus Listrik dlm Satuan Ampere
R adalah Hambatan Listrik dlm Satuan Ohm
Contoh Soal Menghitung Tegangan Listrik dengan rumus ini adalah : ” Terdapat Televisi dengan Kuat Arus Listrik sebesar 1.2 Ampere dengan besaran Daya Listriknya sebesar 264 Watt. Maka berapakah Tegangan Listriknya ?
Jawaban:
V = P / I
V = 264 Watt / 1.2 Ampere
V = 220 Volt
Maka Tegangan Listrik yang digunakan di Televisi tersebut sebesar 220 Volt.

Kesimpulan


Demikian penjelasan tentang Pengertian Tegangan Listrik. Tegangan listrik dapat juga dianggap sebagai gaya yang mendorong perpindahan elektron melalui konduktor dan semakin tinggi tegangannya semakin besar pula kemampuannya untuk mendorong elektron melalui rangkaian yang diberikan. Semoga bermanfaat

Sunday, June 03, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar