Pengertian Arus Listrik (Electric Current) dan Jenisnya

Pengertian Arus Listrik  - Electric Current atau lebih dikenal dengan arus listrik yang berarti muatan listrik yang mengalir melalui media konduktor dalam tiap satuan waktu. Muatan listrik pada dasarnya dibawa oleh Elektron dan Proton di dalam sebuah atom. Proton memiliki muatan positif, sedangkan Elektron memiliki muatan negatif. Tetapi, Proton sebagian besar hanya bergerak di dalam inti atom. Jadi, tugas untuk membawa muatan dari satu tempat ke tempat lainnya ini ditangani oleh Elektron. Hal ini dikarenakan elektron dalam bahan konduktor seperti logam sebagian besar bebas bergerak dari satu atom ke atom lainnya.

Pengertian Arus Listrik (Electric Current) dan Jenisnya

Bahan konduktor yang berisi atom memiliki banyak elektron bebas yang bergerak dari satu atom ke atom lainnya dengan arah yang acak (random atau tidak teratur) sehingga tidak mengalir ke satu arah tertentu. Tetapi, ketika diberikan Tegangan pada konduktor tersebut, semua elektron bebas akan bergerak  ke arah yang sama sehingga menciptakan aliran arus listrik. 

Arus listrik dapat di analogikan sebagai aliran air pada sebuah tangki air. Semakin besar tekanan airnya dan makin kecil hambatan pada pipa (ukuran pipa yang besar) maka jumlah aliran air juga akan banyak. Begitu juga dengan aliran arus listrik, makin tinggi. Tegangan yang diberikan dan makin kecil hambatan listrik pada suatu rangkaian, makin besar pula Arus listriknya. 

Aliran Arus Listrik


Berdasarkan teori tentang aliran arus listrik, ada 2 aliran arus listrik yaitu aliran arus listrik konvensional (conventional current flow) dan aliran elektron (electron flow). Berikut penjelasannya:
  • Aliran Arus Listrik Konvensional (Conventional Current Flow)
Secara konvensional kita sering menyebutkan bahwa aliran listrik dalam suatu rangkaian elektronika adalah mengalir dari arah positif (+) ke arah negatif (-). Defenisi rrah aliran arus konvensional ialah aliran arus yang menggunakan prinsip muatan, dimana arus listrik atau current sering didefinisikan sebagai aliran muatan listrik positif pada suatu penghantar dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Namun arah aliran arus listrik ini berlawanan dengan prinsip aliran elektron pada suatu penghantar. Ini digunakan untuk mempermudahkan pemahaman terhadap arah aliran muatan listrik yaitu dari positif ke negative maka diterapkan rangkaian dengan aliran arus listrik konvensional ini
  • Aliran Elektron (Electron Flow)
Aliran arah Elektron ini berlawanan dengan arah aliran arus listrik konvensional. Karena pada dasarnya elektron adalah partikel yang bermuatan negatif dan bergerak bebas yang ditarik ke terminal positif. Aliran elektron dari kutub negatif baterai (katoda) dan kembali lagi ke kutub positif baterai (anoda) merupakan suatu rangkaian arah aliran listrik. Jadi arah aliran elektron adalah dari arah negatif (-) ke arah positif (+).
Besarnya arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian disebut dengan kuat arus. Besaran vektor merupakan arus listrik mengalir, yaitu besaran yang mempunyai arah. Arah yang dimaksud adalah arah aliran muatan listrik.
Baca Juga Belajar Tentang Bidang Listrik dan Kapasitansi
Simbol dari besaran kuat arus dinyatakan dengan huruf I besar berasal dari kata dalam bahasa perancis, Intensite yang berarti intensitas. Kuat arus merupakan muatan listrik yang mengalir dalam waktu tertentu. Sebab itulah dapat dirumuskan bahwa besarnya kuat arus merupakan jumlah muatan (Q) dibagi dengan waktu (t).

Pengertian Arus Listrik (Electric Current) dan Jenisnya

Satuan kuat arus dinyatakan dalam Ampere atau disingkat dengan huruf A besar. Nilai kuat arus sebesar 1 Ampere adalah aliran muatan listrik sejumlah 1 Coloumb dalam waktu 1 detik. Muatan listrik adalah satuan terkecil dari atom. Pada kulit atom terdapat muatan negatif yang disebut elektron. Sedangkan Inti atom terdapat muatan positif yang disebut proton dan muatan netral yang disebut neutron.

Satuan kuat arus yang lebih besar bisa dinyatakan dalam kiloAmpere disingkat kA (1kA=1000A) dan untuk satuan yang lebih kecil bisa dinyatakan dalam miliAmpere disingkat mA (1mA=1/1000A). Kuat arus sebesar miliAmpere dan mikroAmpere lebih sering dijumpai namun sebaliknya buktikuat arus sebesar 1kA sangat jarang ditemui dalam rangkaian elektronika. Sedangkan dalam Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya Arus Listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau konduktor adalah berbanding lurus dengan beda potensial atau Tegangan (V) dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R).  Rumus Hukum Ohm adalah I = V/R.

Pengertian Arus Listrik DC dan Arus Listrik AC


Jenis arus listrik ada dua berdasarkan arah aliran listriknya. Arus Searah atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Direct Current yang disingkat dengan DC ialah arus listrik yang mengalir satu arah atau pada arah yang sama. Seperti Baterai, Aki, Sel Surya dan Pencatu Daya (Power Supply).

Sedangkan arus listrik yang mengalir dengan arah arus yang selalu beubah-ubah disebut dengan Arus Bolak-balik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Alternating Current yang disingkat dengan AC. Bentuk gelombang AC pada umumnya adalah gelombang Sinus. Namun pada aplikasi tertentu juga terdapat bentuk gelombang segitiga dan bentuk gelombang persegi. Misalkan, listrik PLN dan listrik yang dibangkitkan oleh generator listrik. Selain itu, gelombang audio dan gelombang radio juga merupakan bentuk gelombang AC.

Penutup


Demikian penjelasan lengkap tentang pengertian Arus Listrik atau Electric Current beserta jenisnya yaitu direct current dan alternating current. Semoga dapat menambah wawasan Anda mengenai pengertian arus listrik. Jangan lupa komentar dan share kalau dianggap bermanfaat.


Wednesday, February 28, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar