Pengertian Rangkaian Listrik dan Paralel

Pengertian Rangkaian Listrik dan Paralel - Rangkaian Paralel adalah suatu rangkaian listrik yang tersusun secara berderet, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Kondisi ini lah yang mengakibatkan rangkaian paralel menghabiskan biaya yang lebih banyak di bandingkan dengan rangkaian seri.

Selain memiliki kelemahan, susunan paralel juga memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Salah satu kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel.

Pada susunan paralel arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. Suatu rangkaian, dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut juga sebagai rangkaian paralel.
Pada susunan paralel, resistansi total adalah sama dengan jumlah kebalikan tiap resistansi. Hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Bertugasnya dua atau lebih resistor dalam susunan paralel, selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut.

Hambatan paralel  tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru, dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel, pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang. Terdapat dua tipe rangkaian yaitu: rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian seri dan paralel dapat dikombinasikan sehingga menjadi rangkaian kombinasi atau gabungan.

Rangkaian Paralel 


Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun sejajar dimana terdapat lebih dari satu jalur listrik (bercabang) secara paralel. Perbedaan jenis rangkaian listrik ini terletak pada cara merangkainya. Rangkaian listrik seri disusun secara sejajar, sedangkan rangkaian listrik paralel disusun secara bersusun atau bercabang. Sedangkan rangkaian campuran merupakan kombinasi dari rangkaian seri dan paralel.
Terdiri atas dua jenis rangkaian listrik yaitu seri dan paralel. Selain itu ada juga gabungan dari dua jenis rangkaian listrik, yang disebut rangkaian campuran. Jadi terdapat tiga bentuk rangkaian listrik yaitu rangkaian listrik seri, paralel, dan campuran.
Sama dengan Hukum Kirchoff 1, arus listrik yang masuk harus sama dengan arus keluar. Sehingga pada rangkaian paralel besarnya arus sebelum masuk ke cabang sama dengan besar arus setelah keluar dari cabang dan dirumuskan dengan:


Sesuai dengan Hukum Ohm, maka total hambatan resistor pada rangkaian paralel merupakan jumlah dari kebalikan hambatan tiap-tiap komponen dan dirumuskan dengan :

Karakteristik Rangkaian Listrik Paralel  


1. Cara menyusun rangkaian cenderung lebih rumit.
2. Semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar.
3. Kabel penghubung pada sebuah rangkaian memiliki percabangan.
4. Ada beberapa jalan yang dapat dilalui oleh arus.
5. Arus yang mengalir pada setiap cabang memiliki besar nilai yang berbeda.
6. Setiap komponen yang terpasang mendapat besar arus yang berbeda.
7. Semua komponen mendapat tegangan yang sama besar.
8. Hambatan totalnya lebih kecil dari hambatan pada tiap-tiap komponen penyusunnya.

Baca Juga Cara Paralel Antara Stop Kontak

Ciri-ciri Rangkaian Paralel 


Ciri ciri rangkaian paralel adalah Seluruh komponen listrik terpasang secara sejajar dan bersusun. Di rangkaian paralel arus yang mengalir di setiap cabang besarnya berbeda. Setiap komponen tersambung dengan kutob negatif dan kutub postitif dari sumber tegangan, maksudnya seluruh komponen memperoleh teganan yang besarnya sama. Jadi, hambatan totalnya jadi lebih kecil dari pada hambatan tiap komponen listriknya. 
Keunggulan rangkaian paralel adalah jika saklar dimatikan, maka tidak seluruh komponen mati kecuali komponen yang terhubung dengan saklar yang dimatikan, contohnya lampu. Hal lain, apabila terdapat salah satu cabang/ komponen listrik yang rusak atau terputus maka komponen lainnya akan tetap berfungsi. Kondisi tersebut dikarenakan masih terdapat cabang lainnya yang bisa dialiri arus listrik dan komponen yang tidak rusak tersebut masih memiliki hubungan dengan kedua kutub sumber tegangan.

Kekurangan rangkaian paralel yaitu untuk menyusun seluruh rangkaian diperlukan banyak kabel atau penghantar listrik.
Contoh dari rangkaian listrik paralel dapat kita lihat pada lampu lalu lintas, dimana prinsip kerja rangkaian listrik paralel pada lampu lalu lintas tersebut menggunakan tiga buah lampu yang terhubung paralel antara satu lampu dengan yang lain. Jadi pengertian rangkaian listrik paralel bisa juga dikatakan sebagai rangkain berderet, dimana antara beban satu (lampu) dengan beban yang lain dipasang secara berjajar.

Kesimpulan


Demikian penjelasan tentang Pengertian Rangkaian Listrik dan Paralel.  Hambatan paralel   menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru, dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel, pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang. Sempga bermanfaat.

Monday, July 23, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar