Peranan Kapasitor Dalam Penggunaan Energi Listrik

Peranan Kapasitor Dalam Penggunaan Energi Listrik - Salah satu ciri kehidupan modern adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi (L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Beban induktif (positif) sangat membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL, sedangkan beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif meruapakn daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan untuk proses transmisi energi listrik pada beban.  So, yang menyebabkan pemborosan energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif.

Peranan Kapasitor Dalam Penggunaan Energi Listrik


Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Bila daya reaktif menjadi kecil sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA) menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Dengan mengecilnya daya reaktif keuntungan yang lainnya adalah :

a.    Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem.
b.    Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat.

Proses Kerja Kapasitor


Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Jika tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Tegangan akan berubah ketika kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan. Elektron yang akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Ketika suatu kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya treaktif ke beban. Daya reaktif bersifat kapasitor (-) sedangkan keran beban bersifat induktif (+) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil.

Sistem Mikroprosesor


Dengan pemborosan komponen induktor pemakaian listrik bisa juga karena tegangan tidak stabil. Tegangan tidak stabil bisa menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik. Ketidakstabilan itu dapat diartikan tegangan pada suatu fase lebih besar, lebih kecil atau berfluktuasi terhadap teganga standar. Akibat pemborosan energi listrik itu maka timbul panas sehingga bisa menyebabkan pertama kerusakan isolator peralatan yang dipakai. Ke dua memperpendek daya isolasi pada lilitan. Kejadian ini tentunya akan menimbulkan suara bising pada motor dengan kecepatan tinggi. Daripada itu dengan ketidakseimbangan sebesar 3% saja dapat memperbesar suhu motor yang sedang beroperasi sebesar 18% dari keadaan semula.

Pemasangan Kapasitor


Untuk memperbaiki atau memperkecil pf penempatannya ada dua cara kapasitor yang akan digunakan yaitu :
1.    Terpusat kapasitor ditempatkan pada:
     a. Sisi primer dan sekunder transformator
     b. Pada bus pusat pengontrol

 Baca Juga Jenis-Jenis Komponen Elektronika Beserta Fungsi dan Simbolnya

2.    Cara terbatas kapasitor ditempatkan
     a. Feeder kecil
     b. Pada rangkaian cabang
     c. Langsung pada beban

Perawatan Kapasitor


Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus dirawat secara teratur. Sebelum melakukan pemeriksaan pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. Pada tempat yang lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran proses perawatan itu perhatian harus dilakukan. Apabila kapasitor ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang. Adapun jenis pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi :

a.    Pemeriksaan kebocoran
b.    Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor
c.    Pemeriksaan isolator

Harmonik


Harmonik itu bisa menimbulkan panas, hal ini terjadi karena adanya energi listrik yang berlebihan. Harmonik itu bisa muncul karena peralatan seperti komputer, kontrol motor dll. Harmonik ialah adanya keadaan timbulnya tegangan yang periodenya berbeda dengan periode tegangan standar. Pada harmonik transformator lebih berbahaya, hal ini karena adanya sisrkulasi arus akibat panas yang berlebih. Jadi, hal ini bisa mengurangi kemampuan peralatan proteksi yang menggunakan power line carrier sebagai detektor kondisi normal. Lamanya harmonic itu bisa 180 Hz (harmonik ke-3), 300 Hz (harmonik ke-5) dan seterusnya.

Sehingga ketepatan dan keandalan dalam mendeteksi kualitas daya listrik bisa diperoleh. Buat mengoptimalkan pemakaian energi listrik bisa digunakan beban-beban tiruan berupa LC yang dilengkapi dengan teknologi mikroprosesor. Seperti keseimbangan beban antar fasa, harmonik dan surja.

Kondisi harmonik yang terdeteksi bisa dihilangkan dengan menggunakan filter LC.
Keuntungan alat ini adalah :
a.    Mampu mereduksi daya sampai 30%.
b.    Meningkatkan pf antara 95-100%
c.    Dapat mengeliminasi terjadinya harmonik.

Kesimpulan


Demikian penjelasan tentang Peranan Kapasitor Dalam Penggunaan Energi Listrik. Energi listrik pemakaiannya bisa dihemat dengan cara mengoptimalkan konsumsi energi masing-masing peralatan yang digunakan, memperkecil gejala harmonik dan menstabilkan tegangan.

Tuesday, March 27, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar