Menyebabkan Kerugian Besar, Inilah 7 Pemadaman Listrik Terbesar di Dunia


Pemadaman Listrik Terbesar di Dunia – Listrik mungkin saat ini bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan. Banyak bisnis-bisnis yang besar dengan bantuan listrik. Bagaimana jadinya jika terjadi pemadaman listrik secara serentak sampai berhari-hari? Mungkin tidak dapat terbayangkan sebesar apa kerugian akan dirasakan jika hal tersebut sampai terjadi. Namun pemadaman listrik secara serentak atau biasa disebut blackout, pernah terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia. Negara apa sajakah selain Indonesia yang mengalami pemadaman listrik serentak? Berikut penjelasannya.
Menyebabkan Kerugian Besar, Inilah 7 Pemadaman Listrik Terbesar di Dunia

Amerika Serikat dan Kanada


Pemadaman listrik terbesar yang terjadi pada tahun 1965 di Amerika Serikat, disebabkan oleh ralai yang bermasalah di Stasiun Sir Adam Beck di sisi Ontario, Niagara Falls. Saluran transmisi yang bermasalah mencapai 230 kilovolt, serta menciptakan efek domino yang mengakibatkan gelombang kekuatan yang membanjiri saluran transmisi. Masalah yang terjadi pada saluran transmisi ini juga menyebabkan New York mengalami kegelapan pada puncak jam sibuk.

Akibat peristiwa ini juga dilaporkan terdapat 800.000 orang terjebak di dalam kereta bawah tanah. , Kelebihan daya dan shutdown sistem otomatis juga mempengaruhi 30 juta orang di Ontario, Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, Rhode Island, Quebec, Vermont, dan New Jersey. Diarahkan 15.000 petugas keamanan untuk mencegah terjadinya penjarahan.

Thailand


Pemadaman listrik terbesar yang selanjutnya terjadi di negara Thailand pada tahun 1978. Peristiwa ini disebabkan oleh generator di Pembangkit Listrik Pranakhorn Selatan di Samut Prakan mengalami masalah. Pemadaman ini terjadi selama lebih dari 9 jam, sebelum pihak berwenang kembali memulihkan daya listriknya. 

Bangladesh


Pemadaman listrik yang terjadi di Bangladesh terjadi pada November 2014. Peristiwa ini berlangsung hingga 10 jam. Sebuah transmisi jaringan di Bheramara yang terletak di distrik Kushtia mengalami kematian pada pukul 11.30 waktu setempat. Kejadian tersebut menyebabkan gangguan pada saluran transmisi 400 KV yang membawa daya 445 MW ke Bangladesh dari India. Setiap pembangkit listrik di negara ini terpaksa harus ditutup karena besarnya kehilangan daya.


Brazil


Pemadaman listrik terbesar selanjutnya terjadi pada tahun 1999 di negara Brazil bagian selatan. Dari 160 juta orang yang tinggal di Brazil, sekitar 97 juta orang terdampak oleh peristiwa pemadaman listrik ini. Peristiwa ini disebabkan oleh sambaran petir yang menghantam sebuah gardu listrik dan menyebabkan salah satu pembangkit listrik terbesar di dunia, Itaipu. Hal tersebut menyebabkan terowongan kota di São Paulo ditutup untuk mencegah adanya serangan. Untuk menghindari penjarahan, diarahkan petugas polisi militer yang ditempatkan di Rio.

India


Negara yang mengalami pemadaman listrik terbesar yaitu India. Pada Januari 2001, India mengalami pemadaman listrik secara serentak di hampir seluruh wilayahnya. Peristiwa ini disebabkan karena terjadinya gangguan sistem pada gardu induk Uttar Pradesh. Peristiwa ini menyebabkan seluruh jaringan di bagian utara India padam. Terjadi kerugian yang dialami oleh 230 juta warga dari enam negara bagian. Enam wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik selama 12 jam. 

Seluruh pelayanan pemerintahan, swasta serta pelayanan dan penanganan di rumah sakit termasuk operasi, harus terhenti karena peristiwa ini. Karena aliran listrik terputus juga menyebabkan 80 kereta api yang tidak melaju selama 15 jam. Akhirnya pemerintah menggunakan mesin diesel untuk menarik kereta api listrik tersebut, agar arus kereta api regular tetap berjalan dengan lancar. Hasil konfederasi Industri India menyimpulkan, kerugian yang dialami India akibat pemadaman listrik ini diperkirakan mencapai 107 juta dollar atau jika dirupiahkan sebesar 1,5 triliun.

Taj Mahal, India


Baca Juga
Pada 30 sampai 31 Juli 2012, India kembali mengalami pemadaman listrik terbesar, yang merugikan 620 juta warga. Pemadaman listrik ini disebabkan karena putusnya transmisi Bina-Gwailor yang merambat pada pembangkit listrik lainnya. Kerugian dari pemadaman listrik ini, India kehilangan daya listrik hingga 32 gigawatt. Taj Mahal kembali mengalami pemadaman listrik secara serentak pada 31 Juli yang menyebabkan 38 persen pembangkit listrik di negara  tersebut mati. Peristiwa beruntun ini menyebabkan 22 provinsi atau 620 juta warga India mengalami kerugian.

Pakistan


Pemadaman listrik terbesar selanjutnya terjadi di Pakistan pada 24 Januari 2015. Kejadian ini berawal dari terjadinya peledakan dua menara transmisi di daerah Notal Naseerbad, Balochistan oleh kelompok pemberontak. Peledakan ini dikaitkann dengan menjelangnya pemilihan presiden.  Serangan ini mengakibatkan sebagian besar pembangkit listrik mengalami penurunan sumber daya listrik, yang pada awalnya  9.000 megawatt  menjadi 600 megawatt. Peristiwa ini juga mengakibatkan 94 persen warga Pakistan tidak memperoleh aliran listrik.

Peristiwa pemadaman listrik terbesar yang terjadi di beberapa negara  tersebut memang menyebabkan kerugian yang tak sedikit. Namun, ada beberapa penyebab pemadaman yang sebenarnya tidak direncanakan dan tentunya tidak diinginkan oleh semua orang. Semoga penjelasan diatas dapat menjadi gambaran bahwa peristiwa pemadaman tidak terjadi sepenuhnya karena oknum yang tidak bertanggungjawab.

Thursday, August 15, 2019 - tanpa komentar

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar