Tukang-Listrik.com - Dalam menjalankan aktivitas, tentunya manusia akan dapat menemui banyak sensor di sekitanya. Banyak kegiatan sederhana yang dapat kita temukan dan tentunya banyak alat tersebut pasti ada dengan sebuah perangkat yang biasanya kita sebut dengan nama sensor ini. Mari kita pelajari Penjelasan Mengenai Sensor dalam Kelistrikan.

Penjelasan Mengenai Sensor dalam Kelistrikan


Sensor merupakan perangkat yang dipakai yang berfungsi mendeteksi perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, suhu, kecepatan, kelembaban dan fenomena-fenomena lingkungan lainnya. 


Setelah menyimak proses perubahan, Input yang terlihathal yang demikian akan dikubahnya mejadi keluaran yang dapat dimengerti oleh orang baik itu yang menggunakan perangkat sensor itu sendiri ataupun ditransmisikan secara elektronik lewat jaringan untuk kemudian ditampilkan, diolah menjadi kabar yang berguna.


Sensor sebagaimana mestinya dapat digolongkan sebagai Transduser Input sebab dapat merubah tenaga fisik seperti cahaya, suhu ataupun tenaga fisik yang lain menjadi sinyal listrik ataupun resistansi (yang stelah itu diubahnya lagi ke tegangan atau sinyal listrik)


Pengertian Sensor dalam Kelistrikan


Sebelum kita mempelajari apa saja tipe-tipe sensor, ada bagusnya kita memmahami pengertian dari sensor tersebut. Sensor dalam Kelistrikan merupakan perangkat yang dipakai untuk mendeteksi perubahan besaran fisik contohnya tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, kelembapan, suhu, kecepatan serta kejadian-kejadian lingkungan lainnya.


Kelompok Tipe-tipe Sensor


Sensor-sensor yang diaplikasikan pada perangkat elektronik pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama adalah:

  1. Sensor Pasif dan Sensor Aktif
  2. Sensor Analog dan Sensor Digital

Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai kedua kategori Sensor dalam Kelistrikan hal yang demikian.


1. Sensor Pasif (Passive Sensor)


Sensor Pasif bisa diartikan sebagai tipe sensor yang dapat memproduksi sinyal output tanpa membutuhkan pasokan listrik dari eksternal. Diambil saja contoh Termokopel yang menghasilkan nilai tegangan sesuai pada panas ataupun suhu yang diperolehnya.


2. Sensor Aktif (Active Sensor)


Sensor Aktif merupakan tipe Sensor dalam Kelistrikan yang membutuhkan sumber tenaga eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor Aktif bervariasi sehubungan sama efek eksternal yang dikasihkannya. Sensor Aktif ini biasa disbut dengan Sensor Pembangkit Otomatis (Self Generating Sensors).


3. Sensor Analog


Sensor Analog yakni sensor yang menghasilkan sinyal keluaran yang kontinu ataupun berkelanjutan.  Sinyal keluaran kontinu yang dijadikan oleh sensor analog ini sebanding terhadap penilaiannya. 

Beragam parameter Analog ini antara lain seperti suhu, tegangan, tekanan, pergerakan dan masih banyak lagi. Model Sensor Analog ini diantaranya adalah akselerometer (accelerometer), sensor kecepatan, sensor tekanan, sensor cahaya dan sensor suhu.


4. Sensor Digital


Sensor Digital merupakan sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit. Sinyal diskrit akan non-kontinu bersama waktu dan dapat direpresentasikan sebagai “bit”. Sebuah sensor digital lazimnya terdiri dari sensor, kabel dan pemancar. 

Artikel Terkait


Sinyal yang dievaluasi akan diwakili dalam wujud digital. Output digital dapat dalam wujud Akal 1 atau nalar 0 (ON atau OFF). Sinyal fisik yang diterimanya akan diubah dijaksikan sinyal digital di dalam sensor itu sendiri bukan dengan eksternal. Kabel diaplikasikan guna transmisi jarak jauh. 


Model Sensor Digital ini diantaranya sperti halnya akselerometer digital (digital accelerometer), sensor kecepatan digital, sensor tekanan digital, sensor cahaya digital serta sensor suhu digital.


Cukup sampai disini dulu pemahasan mengenai Penjelasan Mengenai Sensor dalam Kelistrikan. Kiranya ada salah kata atau maksud yang belum Anda pahami, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terimakasih banyak

RELATED POSTS

Be the first comentator!

Comment Policy
Emoticon
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
}D
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
$-)
(y)
x-)
(l)
Use of Tag & Image in Comments
Menggunakan PRE (block element)
[pre] ... [/pre]

Menggunakan CODE (block element)
[code] ... [/code]

Memasukkan IMG (gambar)
[img src='...'/]

Catatan:
  • Isi ... pada tag PRE dan CODE dengan kode yang ingin dimasukkan
  • Isi ... pada tag IMG dengan link gambar yang ingin ditampilkan
  • Parse terlebih dahulu kode yang ingin dimasukkan pada tab sebelah kanan (☷), caranya yaitu masukkan kode yang ingin diparse ke dalam box input, lalu hasil parse akan muncul pada box output
HTML Parser
Input:
Output: